3 Tempat Wisata di Indonesia yang Sering Didatangi

Di Indonesia ada beberapa tempat wisata, yang jadi tujuan beberapa pelancong lokal atau luar negeri. Berikut tempat wisata di Indonesia yang kerap didatangi wisatawan luar negeri.

sekarang ini parawisata di Indonesia telah berkembang cepat. Parawisata menjadi satu diantara faktor khusus untuk memberikan dukungan ekonomi Indonesia.

Perubahan parawisata Indonesia terus alami perkembangan seiring waktu berjalan, ini dibuktikan dengan adanya banyak pelancong yang tiba untu bertandang ke satu destiasi tempat wisata di Indonesia tiap tahunnya.

Tempat Wisata Indonesia Yang Sering Didatangi Wisatawan Luar negeri

Berikut daftar tempat wisata di Indonesia yang kerap didatangi wisatawan luar negeri.

  1. Pulau komodo

Pulau Komodo sebagai salah satunya teritori wisata yang berada di Nusa Tenggara Timur yang harus sekali kamu datangi. Di tahun 1986, UNESCO memutuskan tempat wisata ini sebagai salah satunya situs peninggalan dunia.

Pulau sebagai komunitas binatang komodo ini benar-benar harus diproteksi dan sukses masuk ke barisan tujuh fenomena alam di dunia (New Seven Wonders of Nature) di tahun 2011.

  1. Raja Ampat

Inilah salah satunya bintang yang paling difavoritkan di dunia pariwisata Indonesia. Keelokan alami yang dipunyainya membuat teritori wisata ini banyak mulai dikenali, baik oleh pelancong lokal atau luar negeri.

Raja Ampat sendiri sebagai kelompok dari beberapa pulau di ujung Papua. Ada empat pulau khusus di sini, yakni Batanta, Misool, Salawati, dan Waigeo. Kekayaan alam bawah laut yang dipunyai Raja Ampat memang tidak perlu disangsikan kembali

Masalahnya perairan di Raja Ampat dikenali sebagai salah satunya lokasi snorkeling dan menyelam terbaik di dunia.

  1. Candi Borobudur

Candi yang disebut kompleks candi Buddha paling besar di bumi ini sukses masuk ke barisan situs peninggalan dunia di tahun 1991 oleh UNESCO.

BACA JUGA  Cara Membuat Rumah Impian Yang Perlu diketahui

Berada di kota Magelang, Candi Borobudur ini dibuat di saat pemerintah dinasti Syailendra. Lokasinya yang ada di atas bukit-bukit tinggi ini lewat proses pembangunan yang memerlukan waktu dari 75 sampai 100 tahun lebih lama waktunya.